Yasona Laoly – Biodata, Biografi, Profil, Fakta Menarin Lainnya

Posted on

Yasona Laoly – Biodata, Biografi, Profil, Fakta Menarin Lainnya

Prof. Yasonna Hamonangan Laoly S.H., M.Sc., Ph.D atau lebih dikenal dengan nama Yasona Laoly merupakan Menteri Hukun dan Hak Asasi Manusia di dalam Kabinet Kerja yang dilantik pada 27 Oktober 2014. Sebelum menjadi seorang Menteri, Yasona Laoly pernah menjadi anggota DPR RI di Komisi II pada periode 2004 hingga 2009.

Biodata dan Biografi Yasona Laoly

Lahir pada 27 Mei 1953 di Nias Yasona Laoly merupakan seorang politikus yang memiliki latar belakang sebagai aktivis organisasi, akademisi, intelektual dan pimpinan di perguruan tinggi. Yasona Laoly menikah dengan wanita bernama Elisye Widya Ketaren, dari pernikahannya tersebut Yasona Laoly dikaruniai empat orang anak.

Yasona Laoly memulai karier dengan menjadi Pengacara dan Penasehat Hukum pada tahun 1987 hingga 1983 lalu menjadi pembantu dekan di Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen pada kurun waktu 1980 hingga 1983.

Yasona Laoly kemudian menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen pada 1998 hingga 1999 dan menjadi peneliti di NCSU pada tahun 1992 hingga 1994. Yasona Laoly juga pernah menjadi Asistem Riset Departemen Sosiologi dan Antropologi di NCSU sejak tahun 2000.

Pada tahun 1976 Yasona Laoly mulai aktif berorganisasi di BPC GMKI Medan dan menjadi Waka Bendahara KNPI Medan sejak tahun 1983. Yasona Laoly juga pernah menjabat sebagai Sekretaris BKS PGI-GMKI Sumut-Aceh serta menjadi Ketua BKS PGI-GMKI Pusat periode 2009 hingga 2014.

Yasona Laoly juga terlibat dalam kepengurusan PDPIP Sumatera Utara untuk rentang waktu 2000 hingga 2008.

Dirinya terjun ke dunia politik praktis dengan menjadi anggota DPRD Sumut pada periode tahun 1999 hingga 2004 dari Pasrtai PDI Perjuangan. Yasona Laoly terpilih sebagai anggota DPR RI untuk mewakili PDI P dari wilayah Sumatera Utara I pada tahun 2004.

Di parlemen Yasona Laoly duduk sebagai anggota Komisi II dan tergabung di dalam Badan Anggaran DPR RI, dan di MPR RI Yasona Laoly menjadi Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan.

Profil Yasona Laoly

NamaProf. Yasonna Hamonangan Laoly S.H., M.Sc., Ph.D
Nama LainYasona Laoly
Lahir27 Mei
Partai PolitikPDI Perjuangan
PasanganElisye Widya Ketaren
AnakNovrida Lisa Isabella Laoly, Fransisca Putri Askari Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly, Jonathan Romy Laoly
Alma MaterUniversitas Sumatra Utara

 

Fakta Menarik Yasona Laoly

Nama Yasona Laoly mendadak menjadi viral setelah terlibat perang pendapat di sosial media dengan seorang aktris film ternama Indonesia yakni Dian Sastrowardoyo. Perang adu komentar ini diawali dengan kritikan Dian yang disampaikannya di sosial medianya mengenai polemic RKUHP yang saat ini tengah panas di masyarakat.

Tak mau tinggal diam, Dian pun mencurahkan isi hatinya dengan mengutarakan pendapat dalam story Instagramnya. Dalam curhatannya ini Dian melayangkan kritik mengenai beberapa pasal yang dianggapnya controversial seperti beberapa poin di dalam RKUHP yang menjabarkan mengenai korban perkosaan akan dipenjara selama 4 tahun apabila menggugurkan janin hasil perkosaan. Selain itu ada pula pekerja peremuan yang pulang tengah malam, terlunta – lunta di jalan bisa dikenai dendan Rp 1 juta. Pengamen, tukang parkir, gelandangan, dan penyandangan disabilitas mentar yang ditelantarkan kena denda Rp 1 juta. Hingga jurnalis atau netizen yang mengkritik presiden akan didenda 3,5 tahun penjara hingga perbuatan makan dengan niat bunuh presiden diancam hukuman mati.

Menanggapi kritikan dari Dian ini menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly membalasnya dengan menyebut jika Dian Sastro hanya asal dalam berbicara dan tidak membaca undang undang secara keseluruhan, Yasonna Laoly bahkan menyebut Dian Sastro bodoh.

Alhasil komentar dengan kata kasar ini membuat Yasonna Laoly mendapatkan banyak sekali kritikan dari warganet yang menganggap jika Yasonna Laoly sebagai seorang Menteri tidak sepantasnya berkata kasar.

Melihat komentar dari Yasonna Laoly, Dian Sastro menanggapinya dengan santai dan menganggap jika sebagai rakyat biasa dan warga sipil, Dian Sastro merasa pemerintah tidak mensosialisasikan secara benar poin poin RKUHP yang berujung kontroversi tersebut.

Dianggap bodoh oleh Yasonna Laoly, Dian Sastro menyatakan bahwa dirinya sudah berusaha membaca RKUHP tersebut dan akan terus mempelajarinya, Dian juga menambahkan jika dirinya santai disebut bodoh oleh sang Menteri dan mengatakan lebih baik merasa bodoh dan terus berusaha belajar daripada merasa sudah tahu semuanya.