Ustadz Yahya Waloni – Biodata, Biografi, Fakta Menarik Lainnya

Posted on

Ustadz Yahya Waloni – Biodata, Biografi, Fakta Menarik Lainnya

Ustadz Yahya Waloni menjadi ramai diperbincangkan karena ceramahnya yang secara terang – terangan menyerang KH Ma’ruf Amin dan Muhammad Zainul Mahdi alias Tua Guru Bajang (TBG) yang didalam ceramahnya memplesetkan TGB menjadi Tuan Guru Bajingan dan juga menyebutkan jika KH Ma’ruf sudag uzur dan akan mati.

Siapa sih, Ustadz Yahya Waloni dan mengapa dia berani secara terang terangan menyerang KH Ma’ruf Amin dan Muhammad Zainul Mahdi alias Tua Guru Bajang (TBG). Berikut ini adalah biodata, biografi dan juga fakta menariknya.

Biodata Ustadz Yahya Waloni

Terlahir di Manado pada 30 November 1970 dengan nama Yahya Yopie Waloni, Ustadz Yahya Waloni menikahi seorang wanita bernama Siti Sarah dan memiliki dua orang anak yang diberi nama Zakaria dan Nur Hidayah. Ustadz Yahya Waloni juga pernah menerbitkan buku berjudul Islam meruntuhkan iman Sang Pendeta: kisah kehidupan Sang Pendeta dari Protestan ke Islam.

Sebelumnya Ustadz Yahya Waloni memang merupakan seorang pendeta dan pernah menjabat sebagai rektor di UKI Papua. Ustadz Yahya Waloni dan sang istri secara sah masuk Islam pada 11 Oktober 2006 melalui tuntunan sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli, Komarudin Sofa.

Biografi Ustadz Yahya Waloni

Berlatar belakang dari keluara berpendidikan dan disiplin, ayah Ustadz Yahya Waloni merupakan pensiunan tentara. Ustadz Yahya Waloni juga pernah menjabat anggota DPRD di salah satu kabupaten baru di Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Thareq Kemal Habibie – Biodata, Biografi, Profil, Fakta Menarik Lainnya

Bungsu dari tujuh bersaudara ini terkenal sangat nakal dan saat remaja memutuskan untuk mentato beberapa bagian di tubuhnya.

Ustadz Yahya Waloni pernah menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000 hingga 2004, saat itu dirinya masih menjadi pendeta dan berstatus sebagai pelayan umum yang telah terdaftar pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua yang berada pada Wilayah VI Sorong-Kaimana.

Ustadz Yahya Waloni menetap di Sorong sejak tahun 1997 hingga akhirnya pindah ke Balikpapan pada tahun 2004 hingga menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) hingga tahun 2006. Ustadz Yahya Waloni sekeluarga akhirnya pindah ke kota Cengkeh, Tolitoli, tanggal 16 Agustus 2006 tanpa membawa apa apa.

Hal ini membuat warga setempat merasa kasihan dan memberikan beberapa sumbangan, hal ini dikarenakan Ustadz Yahya Waloni dan keluarga pindah hanya dengan baju yang mereka kenakan di badan, karena rumah yang ditempati sebelumnya beserta isinya adalah fasilitas yang diperoleh dari bantuan gereja sehingga saat pindah Ustadz Yahya Waloni memutuskan untuk meninggalkan semuanya.

Ustadz Yahya Waloni juga mengaku telah bisa melafalkan beberapa ayat di dalam Al-Quran setelah beberapa kali diajarkan mengaji oleh Komarudin Sofa. Ustadz Yahya Waloni juga mendapatkan bimbingan dari ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tolitoli, Yusuf Yamani.

Fakta Menarik Ustadz Yahya Waloni

Sering membuat pernyataan yang berakhir menjadi kontroversi berikut ini adalah beberapa fakta menarik dari seorang Ustadz Yahya Waloni.

Bertemu dengan Penjual Ikan Misterius

Ustadz Yahya Waloni mengaku bertemu dengan seorang penjual ikan misterius di rumah lamanya beberapa hari sebelum memutuskan untuk masuk ikan. Pertemuan ini berlangsung sebanyak 3 kali secara berturut turut dan setiap bertemu pasti pada pukul 09.45 Wita.

Baca Juga :  Profil AKBP Brotoseno Lengkap! Biografi, Riwayat dan Istrinya Sekarang

Penjual ikan ini mengaku jika namanya adalah Sappo yang merupakan bahasa Bugis yang berarti sepupu, penjual ikan ini juga memanggil Ustadz Yahya Waloni dengan sebutan Sappo.

Setiap kali bertemu mereka berdua selalu mendiskusikan mengenai Islam. Penjual ikan yang mengaku sedang berpuasa ini terlihat kelelahan lalu Ustadz Yahya Waloni menyuruhnya untuk makan saja, namun ditolak oleh penjual ikan yang ingin menyelesaikan puasanya.

Setelah pertemuan ketiga, Ustadz Yahya Waloni tak bertemu dengan pria yang mengaku tinggal dusun Doyan, Desa Sandana yang berada di sebelah utara kota Tolitoli. Beberapa kali Ustadz Yahya Waloni mengaku mencari penjual ikan ini namun hingga saat ini dirinya tak bisa menemukan keberadaan penjual ikan yang misterius ini.

 

Konflik dengan Keluarga Hingga Dianggap Gila

Pertemuannya dengan si penjual ikan membuat konflik di dalam keluarganya dan istrinya tetap ngotot tak mau masuk Islam. Ustadz Yahya Waloni bahkan dianggap tak waras kala itu.

Namun pada tanggal 17 Ramadhan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktber sekitar pukul 23.00 Wita Ustadz Yahya Waloni mengalami mimpi yang aneh dan pada saat dirinya menceritakan mimpi ini pada sang istri, sang istri pun menangis hingga akhirnya sang Istri yang mengajaknya untuk pindah agama.

Padahal sebelumnya Ustadz Yahya Waloni mengaku mereka sempat ingin berpisah karena sang istri tak mau bepindah dari keyakinannya dan memeluk agama Islam.

 

Itu dia beberapa fakta dari Ustadz Yahya Waloni yang mungkin belum banyak orang tahu hingga perjalanannya yang akhirnya membuatnya masuk Islam.

Artikel Lainnya :

Baca Juga :  Profil Hadi Tjahjanto, Marsekal TNI yang Dipilih Sebagai Calon Panglima TNI