Nurdin Basirun – Biodata, profil, dan Fakta penangkapannya Oleh KPK

Posted on

Profil Nurdin Basirun Gubernur Kepri yang tertangkap OTT KPK

Nurdin Basirun
Nurdin Basirun

Nurdin Basirun – Nama yang tidak asing lagi untuk Provinsi Riau, sepak terjangnya didunia perpolitikan Propinsi Riau tidak diragukan lagi, Namun dikabarkan nasib buruk sedang menimpa Gubernur yang pernah dinobatkan sebagai Santri Of The Year ditahun 2018. Nurdin Basirun terjaring OTT oleh KPK, Nah penasaran dengan sepak terjang dan biodata lengkapnya ? Simak penjelasan dari kami berikut ini :

Biodata Nurdin Basirun

Nurdin Basirun Lahir Pada Tanggal 07 Juli 1957 di Moro, Beliau merupakan anak dari pasangan Bapak Basirun dan Ibu Nuriah, Masa kecil Nurdin Basirun dihabiskannya di kecamatan Moro mengikuti sang ayah yang kala itu mendapatkan tugas dari pemerintahan untuk menjadi seorang guru sekolah dasar di Moro. Namun belumlah sempat menamatkan sekolah dasarnya di Moro, Nurdin Basirun kecil berpindah ke pulau buru mengikuti sang ayah yang dipindah tugaskan, Nurdin basirun kecil menamatkan sekolah dasarnya di Balai Karimun pada tahun 1970, hal ini terjadi karena sang ayah berpindah tugas lagi ke Balai Karimun ditahun yang sama yaitu 1970.

Nurdin basirun melanjutkan pendidikannya di SMEP ( Sekolah Menengah Ekonomi Pertama ) setelah lulus di SMEP, beliau tidak langsung melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi melainkan memilih untuk bekerja.

Ditahun 1982, tepatnya Tanggal 01 Januari 1982 Nurdin basirun menikah dengan gadis keturunan Singapore yang bernama Nor Lizah, dari pernikahan itu mereka berdua dikaruniai dua orang anak yang lucu lucu yaitu Nora dan Nurhidayat

Baca Juga :  Biodata Anton Charliyan Terbaru: Inspektur Jenderal Polisi (Kapolda Jabar)

Profil Nurdin Basirun

Karier Nurdin Basirun di Kepulauan Riau tergolong mulus. Untuk duduk di kursi Gubernur Kepri, ia harus melalui jenjang politik beberapa kali Pilkada dan semuanya selalu berjalan mulus. Diantaranya ia tercatat sebagai Direktur Direktur Perusahaan Pelayaran Rakyat (tahun 2000). Kemudian Nurdin Basirun mulai masuk ke kancah Politik pada tahun 2001. Ia ikut maju dalam pemilihan Bupati Karimun Bersama H Muhamad Sani.

Saat itu, Nurdin Basirun lolos mendampingi Muhamad Sani memimpin Kabupaten Karimun pada 2001 hingga 2005, Kemudian Nurdin Basirun maju sebagai Bupati Karimun, kali ini ia bersama Aunur Rafiq. Pada pemilihan tersebut mereka terpilih dan memimpin Karimun selama dua periode, Tercatat pasangan ini langgeng selama 2006 hingga 2015.

Setelah habis masa jabatannya, Nurdin Basirun mencoba peruntungan bertarung di tingkat provinsi. Pada Pilkada 20016, Nurdin Basirun maju sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri. Sama seperti Pilkada Karimun 2001, pada Pilkada 2016, Nurdin Basirun maju mendampingi HM Sani untuk ke Wakil Gubernur Kepri. Dalam pemilihan tersebut, pasangan ini menang telak dan Nurdin Basirun duduk manis sebagai Wakil Gubernur Kepri 2016.

Namun baru saja dilantik, HM Sani meninggal dunia. Secara otomatis, kursi pimpinan Provinsi Kepri jatuh ke tangan Nurdin Basirun yang saat itu merupakan Wakil Gubernur Kepri. Pada 25 Mei 2016, Presiden Joko Widodo Resmi melantik Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri menggantikan HM Sani hingga saat ini. Kali ini, Nurdin Basirun disandingkan dengan Adik HM Sani Isdianto. Pada tahun 2018, Nurdin Basirun dipilih sebagai Santri Of The Year 2018, Khususnya santri inspiratif dalam kepemimpinan di pemerintahan provinsi.

Fakta Menarik Penangkapan Nurdin Basirun Oleh KPK

diciduk saat baru saja rayakan ulang tahun. OTT ini dilakukan KPK kepada pejabat daerah di lingkungan Pemprov Kepri, Satu di antara yang ditangkap adalah Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan yang Lainnya adalah pejabat eselon lingkup Pemprov Kepri dan swasta.

Baca Juga :  Profil TB Hasanudin, Mayor Jenderal TNI yang Maju di Pilgub Jawa Barat

Menurut Febri Diansyah, KPK menduga akan terjadi transaksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau.

“Diduga ini bukan penerimaan pertama nanti tentu kami akan identifikasi dan dalami lebih lanjut mulai dari proses pemeriksaan ini karena sesuai dengan hukum acara, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam ya nanti akan ditentukan status hukum perkaranya dan status pihak-pihak yang diamankan itu,” kata Febri Diansyah.

KPK mengamankan uang sebesar 6.000 dollar Singapura dalam operasi ini, akan tetapi Hingga Kamis (10/7/2019), KPK belum mengumumkan status mereka, namun mereka masih sebagai terperiksa di Mapolres Tanjungpinang.

Demikian Artikel tentang Biodata dan kabar penangkapan Nurdin Basirun yang merupakan Gubernur Provinsi Riau.

Artikel Lainnya :

Nurdin Basirun – Biodata, profil, dan Fakta penangkapannya Oleh KPK
5 (100%) 11 vote[s]