Hukum Mandi Junub Saat Puasa

Posted on

Hukum Mandi Junub Saat Puasa

Inibiodata.com – Hukum mandi junub saat puasa akan bang bio bahas pada kesempatan kali ini, berhubung sudah memasuki bulan Ramadhan. Mungkin banyak yang belum mengetahui bagaimana hukum mandi wajib pada saat berpuasa.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya terdapat dua hadast yang terjadi pada manusia dengan cara menyucikan yang berbeda-beda.

Jika hadast kecil biasanya yang diakibatkan oleh beberapa hal yang membatalkan wudhu seperti buang air kecil, buang air besar, atau pun kentut. Hadast ini bisa dihilangkan dengan berwudhu.

Sedangkan hadast besar ini merupakan sebuah hadast yang terjadi akibat beberapa hal seperti keluarnya sperma, haid, nifas, bersetubuh hingga melahirkan.

Hadast besar ini berbeda dengan hadast kecil yang hanya bisa dihilangkan dengan berwudhu saja. Namun hadast besar ini hanya bisa dihilangkan dengan cara melakukan mandi jinabat. Dan lebih dikenal dengan istilah mandi besar atau mandi junub.

Mandi besar atau mandi junub ini merupakan ibadah yang memiliki sifat kefardluan atau bisa dibilang sebagai suatu rukun yang harus dilakukan. Sebab jika rukun ini tidak dilakukan dengan sempurna maka mandi besar atau mandi junub akan dianggap tidak sah.

Sehingga orang yang masih berhadas besar akan dilarang untuk melakukan beberapa aktivitas seperti salat, membaca al-Quran,

Lalu bagaimana Hukum Mandi Junub di Bulan Ramadhan?

 

Hukum Mandi Junub Bagi yang Berpuasa

Disebutkan bahwa sebenarnya sahur bukanlah kegiatan yang dilarang oleh orang yang masih memiliki hadast besar.

Oleh sebab itu tidak ada larangan bagi orang yang belum melakukan mandi besar untuk menyantap sahur.

Namun beberapa pernyataan menyebutkan jika mandi junub atau mandi janabah bagi mereka yang sedang junuh, lebih baik diutamakan sebelum melakukan santap sahur.

Sebab jika dilihat dari segi keutamannya, kondisi badan junub merupakan kondisi badan yang kurang baik. Sehingga dalam kondisi badan ini tidak disarankan untuk melangsungkan santap sahur sebab sahur sendiri merupakan suatu ibadah.

Dan kurang baik rasanya jika kita berada dalam kondisi kurang baik ketika melangsungkan ibadah sahur di bulan Ramadhan ini.

Meski begitu tak ada paksaan bagi mereka yang masih dalam kondisi janabah untuk menyegerakan mandi junub. Karena jika mandi junub tidak bisa segera dilakukan karena suatu hal, maka hal tersebut bisa ditunda dan lebih mendahulukan ibadah sahur.

Baru setelah itu melangsungkan mandi junub agar bisa melaksanakan ibadah salat subuh.

 

Jadi dari ini bisa disimpulkan apabila mandi wajib atau mandi junub tidak diharuskan untuk dilakukan sebelum sahur dan tidak ada hukum yang mewajibkan hal tersebut. Namun sebaiknya mandi junub lebih diutamakan sebelum ibadah santap sahur jika kondisinya memungkinkan.

 

Niat dan Tata Cara Melakukan Mandi Junub

Berikut ini bang bio juga akan menyertakan tata cara melakukan mandi junub yang baik dan benar.

Sebelum melakukan mandi besar kita pun wajib membaca niatnya terlebih dahulu. Sebab jika tidak membaca niat, maka mandi junubnya dianggap tidak sah. Berikut niat mandi besar.

Mandi besar terdapat dua jenis, pertama adalah mandi bagi laku laki dan perembuan yang junub dikarenakan mengeluarkan sperma dan bersetubuh. Niat mandi wajibnya adalah sebagai berikut :

Lafal = ‘Nawaitul ghusla li raf’il janabati’.

Arti = ‘Saya berniat mandi untuk menghilangkan jenabat’.

 

Kemudian mandi junub bagi perempuan selepas haid dan nifas niatnya adalah sebagai berikut :

Niat Mandi Wajib Setelah Haid = ‘Nawaitul ghusla li raf’il haidli’.

Arti : ‘Saya berniat mandi untuk menghilangkan haidl’.

 

Niat Mandi Wajib Setelah Nifas = ‘Nawaitul ghusla li raf’in nifâsi

Arti = ‘Saya berniat mandi untuk menghilangkan nifas’

 

Atau niat mandi junub yang bisa digunakan oleh seseorang yang junub, haid dan nifas juga bisa menggunakan niat ini :

Lafal = ‘Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari’

Arti = ‘Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar’

 

Tata Cara Mandi Junub

Setelah mengetahui niat mandi junub, sobat bio juga harus tahu bagaimana tata cara melakukan mandi junub yang baik dan benar. Sebab jika tidak dilakukan dengan baik dan benar maka mandi junub yang kita lakukan akan dianggap tidak sah, dan kita tetap dianggap junub dan belum suci.

Berikut tata caranya :

1.) Bacalah niat seperti yang sudah bang bio berikan di atas, kemudian sembari mengucapkan niat dibarengi dengan membasuh seluruh tubuh mulai dari atas hingga bawah.

2.) Ketika pertama kali membasuh tubuh, maka harus dibarengi dengan niat, sebab jika tidak maka mandi junub dianggap tidak sah. Misalnya seperti, ketika membasuh wajah tidak dibarengi dengan niat lalu baru mengucapkan niat dan membasuh badan hingga ke bawah. Maka kita harus mengulangi membasuh wajah lagi sambil kembali membaca niat. Lalu bersihkan tubuh seperti biasa.

3.) Syarat sah mandi junub adalah seluruh permukaan kulit dan bagian tubuh harus terkena air. Sehingga kita harus benar-benar memperhatikan setiap bagian agar tidak luput dan tidak tersiram oleh air. Sebab jika ada bagian badan yang tidak terkena siraman air maka, mandi junub pun tidak sah dan tubuh masih dalam keadaan junub sehingga tidak boleh melakukan kegiatan seperti salat dan membaca Al-Quran.

 

 

Jadi hukum mandi junub saat puasa boleh boleh saja dan sah dilakukan baik sebelum atau sesudah santap sahur. Asalkan pada saat sudah dalam keadaan puasa kita sudah dalam keadaan suci sehingga bisa menjalankan ibadah lain seperti salat.

 

Baca Artikel Lainnya :