Herbert Spencer – Biografi dan Perannya Dalam Ilmu Sosiologi

Posted on

Herbert Spencer – Biografi dan Perannya Dalam Ilmu Sosiologi

Herbert Spencer merupakan salah satu tokoh yang sangat penting di dalam dunia sosiologi, pemikiran dari Herbert Spencer ini masih digunakan hingga saat ini, berikut ini adalah biografi Herbert Spencer beserta perannya di dalam ilmu sosiologi.

Biografi Herbert Spencer

Herbert Spencer lahir di Derby pada 27 April 1820 dan merupakan tokoh filsuf sosiologi, evolusi, antropologi, psikologi dan juga politik yang mendunia pada masanya. Hingga kini nama Herbert Spencer sendiri masih sering disebut di dalam buku panduan refrensi khususnya di bidang biologi, sosiologi dan psikologi.

Meski namanya sudah tak asing di dalam bidang sosiologi namun siapa sangka jika Herbert Spencer tak pernah lulus sekolah. Herbert Spencer belajar bersama dengan Ayahnya yang kemudian dilanjutkan bersama dengan pamannya. Pada usia Herbert Spencer menjadi seorang Insinyur dalam pembangunan kereta api, namun ketertarikannya pada dunia teknologi muncul pada saat bekerja di Birmingham yang menarik perhatiannya di dalam bidang evolusi yakni pada saat memeriksa fosil yang diambil dari potongan kereta api.

Herbert Spencer kemudian melanjutkan kariernya di bidang jurnalistik dengan menjadi penulis dan redaktur The Economist, yang merupakan tabloid mingguan keuangan yang penting pada masa itu. Herbert Spencer juga menerbitkan sebuah buku yang berjudul  The Social Static yang banyak membahas mengenai filsafat politik dan juga sedikit menyinggung masalah evolusi.

Sementara pandangannya terhadap ilmu sosiologi dituangkan ke dalam buku berjudul The Study of Sociology yang diterbitkan pada tahun 1873. Di dalam buku ini, Herbert Spencer menjelaskan mengenai tatanan sosial yang disajikan sebagai buku rujukan di Yale. Buku ini memiliki dampak yang sangat kuat di Amerika. Sehingga Herbert Spencer berhasil dinobatkan sebagai seorang filsif dan ilmuwan yang terhormat sebelum penerbitan jilid terakhir bukunya.

Baca Juga :  Biodata dan Profil Setya Novanto, Dari Foto Copy hingga Ketua DPR-RI

Peran Herbert Spencer di Dalam Ilmu Sosial

Herbert Spencer merupakan tokoh yang pertama kali menulis mengenai masyarakat atas dasar data empiris yang konkret, tindakan ini lalu diikuti oleh para sosiolog yang muncul setelahnya baik secara sadar mau pun tidak sadar.

Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan baru mengenai sosiologi yakni merekonsiliasi antara ilmu pengetahuan dengan agama dan hal ini tertuang di dalam bukunya yang berjudul First Prinsciple. Herbert Spencer membedakan fenomena tersebut di dalam bukunya yang terbagi atas 2 fenomena yakni fenomena yang bisa diketahui dan fenomena yang tidak bisa diketahui. Dari sini lah Herbert Spencer kemudian mencoba untuk menjembatani antara ilham dengan ilmu pengetahuan.

Spencer juga memulai dengan 3 garis besar yang teorinya biasa disebut dengan tiga kebenaran universal. Teori ini antara lain adanya materi yang tidak bisa dirusak, adanya kesinambungan gerak serta adanya tenaga dan kekuatan yang terus menerus.

Selain dari tiga kebenaran universal yang di sudah dijelaskan di atas, Herbert Spencer juga mengemukakan 4 dalil yang berasal dari kebenaran universal yakni kesatuan hukum dan kesinambungan, transformasi, bergerak sepanjang garis serta ada sesuatu irama dari gerakan.

Herbert Spencer juga mengungkapkan jika harus ada hukum yang bisa menguasai kombinasi di antara faktor faktor yang berbeda di dalam proses evolusioner. Herbert Spencer memandang sosiologi sebagai suatu studi evolusi di dalam bentuknya yang paling kompleks dan hal ini bisa dilihat di dalam karyanya, prinsip prinsip sosiologi dan Herbert Spencer membagi pandangan sosiologinya menjadi 3 bagian yakni faktor-faktor ekstrinsik asli, faktor intrinsik asli, faktor asal muasal seperti modifikasi masyarakat, bahasa, pengetahuan, kebiasaan, hukum dan lembaga-lembaga.

Pada tahun 1890 Giddings meringkas ajaran sistem sosial yang tentu saja telah disepakati oleh Spencer sendiri. Yakni sebagai berikut ini :

  1. Masyarakat merupakan organisme atau superorganisme yang hidup secara berpencar pencar.
  2. Di antara masyarakat dan badan badan yang berada di sekitarnya ada suatu equilibrasi tenaga agar kekuatannya seimbang.
  3. Konflik menjadi suatu kegiatan masyarakat yang telah menjadi lazim.
  4. Perasaan akan takut mati di dalam perjuangan menjadi pangkal kontrol pada agama.
  5. Militerisme menggabungkan kelompok kelompok sosial kecil menjadi kelompok sosial yang lebih besar serta kelompok kelompok tersebut membutuhkan integrasi sosial.
  6. Kebiasaan berdalam dan juga rasa bergotongroyongan dapat membentuk sifat, tingkah laku dan juga organisasi sosial yang suka hidup dengan tenteram dan juga penuh dengan rasa setia kawan.
Baca Juga :  Ilham Akbar Habibie - Biodata, Biografi, Profil, Fakta Menarik Lainnya

 

Nah, itulah peran dari Herbert Spencer terhadap ilmu sosial yang masih digunakan hingga sekarang, kita harusnya berterima kasih terhadap Herbert Spencer karena banyak sekali ilmu mengenai dunia sosiologi, biologi bahkan hingga politik yang dapat digunakan pada saat ini.

Artikel Lainnya :