Biodata Sinyo Harry Sarundajang dan Perjalanan Kariernya

Posted on

Biodata Sinyo Harry Sarundajang

Inibiodata.com – Biodata Sinyo Harry Sarundajang di bawah ini akan membuat Sobat Bio lebih mengenal sosok Duta Besar atau Dubes Republik Indonesia untuk Filipina ini.

Sebab pada Sabtu 13 Februari 2021 beliau dinyatakan meninggal di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta.

Sinyo sendiri menjabat sebagai Dubes RI untuk Filipina bersama Kepulauan Marshall dan Palau mulai tahun 2018 hingga 2021.

Nama Sarundajang sendiri sebenarnya tidak hanya dikenal sebagai Duber RI saja, namun beliau juga Mantan Gubernur Sulawesi Utara pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat.

Serta pernah juga tergabung sebagai anggota Dewan Pers mewakili tokoh masyarakat. Pada tahun 2013 beliau juga pernah mengikuti konvensi calon presiden untuk Partai Demokrat.

Kala itu Sarundajang mengatakan jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lah yang mendorongnya untuk ikut dalam pemilihan internal partai untuk maju sebagai calon presiden.

 

Profil Sinyo Harry Sarundajang

Nama Sinyo Harry Sarundajang
Jabatan Duta Besar Indonesia untuk Filipina Masa jabatan 20 Februari 2018 – 13 Februari 2021, Gubernur Sulawesi Utara Ke-11 Masa jabatan 14 September 2010 – 20 September 2015
Lahir 16 Januari 1945
Meninggal dunia 13 Februari 2021 (umur 76)
Partai Partai Demokrat
Pasangan Deetje Adelin Sarundajang Laoh Tambuwun
Anak Ivan S. J. Sarundajang, Vanda D. Sarundajang, Fabian R. Sarundajang, Eva C. Sarundajang, Shinta Sarundajang
Pekerjaan Politisi
Profesi Birokrat

 

 

Biodata Sinyo Harry Sarundajang dan Perjalanan Karier

Sinyo memiliki sendiri merupakan lulusan S2 Ahli Administrasi Teritorial di Institute International Administration Publique Francis. Beliau juga meraih gelar  Doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada serta Doktor HC Bidang Perdamaian dari UIN Malang.

Karier birokrasinya dimulai ketika beliau menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan di Setda Provinsi Sulawesi Utara 1977. Lalu menjadi Penanggung Jawab Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat II Minahasa satu tahun kemudian.

Dilanjutkan menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat II Minahasa untuk periode kedua di tahun 1983.

Selang tiga tahun kemudian beliau menjabat sebagai Wali Kota Administratif Bitung. Hingga akhirnya menjabat sebagai Wali Kota Daerah Tingkat II Bitung dua periode, yakni pada periode 1990 hingga 2000.

Di tahun 1999 Sinyo akhirnya kembali menjabat sebagai Ketua Harian Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Manado Bitung hingga masa jabatan di tahun 2000.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri di tahun 2001 hingga 2015. Dan merangkap sebagai Penanggung Jawab Gubernur Maluku Utara di tahun 2002 serta menjadi Penanggung Jawab Gubernur Maluku di tahun 2003.

 

Gubernur Pilihan Rakyat Sulawesi Utara Pertama

Menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara pada periode 2005 hingga 2010 dan periode 2010 hingga 2015. Nama Sinyo Harry Sarundajang rupanya merupakan Gubernur pilihan rakyat pertama Sulawesi Utara bersama dengan FH Sualang sebagai Wakilnya.

Selama menjabat sebagai Gubernur, Sulawesi Utara dua kali mendapatkan tambahan empat kabupaten baru. Yakni Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolmong Utar, dan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro di tahun 2007.

Lalu pada tahun 2008 kembali terjadi penambahan kota pada Sulawesi Utara yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

 

Prestasi untuk Sulut

Dua periode menjabat sebagai Gubernur, Sinyo berhasil menorehkan beragam prestasi, salah satu yang paling dikenal adalah event internasional World Ocean Conference (WOC), Sail Bunaken hingga Coral Triangle Initiative (CTI) Summit.

Beliau juga membawa Sulawesi Utara mendapatkan prestasi penilaian Wajar Tanpa Pengecualian yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

 

Mendamaikan Kerusuhan di Maluku dan Maluku Utara

Atas perintah dari Megawati Soekarno Putri, Sinyo Harry Sarundajang berhasil menyelesaikan kasus di Maluku dan Maluku Utara. Setelah empat tahun mengalami konflik, Sinyo hanya membutuhkan waktu 11 bulan saja untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Beliau sanggup mengatasi masalah kerusuhan dengan menyesuaikan budaya dan kearifan lokal masyarakat sambil mencabut akar permasalahannya.

Kesuksesannya membawa misi perdamaian membuat Sinyo mendapatkan penghormatan dari sejumlah tokoh agama. Hingga disebut sebagai Laskar Jihad Maluku oleh Umat Agama Muslim dan disebut juga sebagai Malaikat Kecil oleh Tokoh Kristen.

 

Anggota Dewan Pers

Tidak hanya sukses dalam karier birokrasi, Sinyo juga merupakan anggota Dewan Pers yang mewakili tokoh masyarakat. Sehingga semasa hidupnya, beliau juga aktif dalam menulis.

Hingga mampu menerbitkan beberapa judul buku, di antaranya adalah :

1.) Pemerintah Daerah di Berbagai Negara (1997)

2.) Arus Balik Kekuasaan Pusat ke Daerah (1999)

3.) Birokrasi dalam Otonomi Daerah, Upaya Mengatasi Kegagalannya (2003)

4.) Pilkada Langsung (2003)

5.) Sistem Pemerintahan Daerah (2005)

6.) Geostrategis Sulawesi Utara Menuju Pintu Gerbang Indonesia di Asia Pasifik (2012)

7.) Poros Maritim dan Ekonomi Baru Masa Depan Indonesia (2015).

 

Hal ini pulalah yang membawa beliau akhirnya mendapatkan Anugerah Pena Emas PWI pada tahun 2013. Penghargaan ini diberikan untuk memberikan penghormatan pada beliau yang mampu menjadi kepala daerah sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan pers di Sulawesi Utara.

 

Kepergian beliau pun dianggap sebagai salah satu kehilangan besar bagi bangsa Indonesia karena beliau sudah melakukan banyak hal untuk memajukan daerah asalnya, yakni Sulawesi Utara.

Dan selalu memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia hingga akhir hayatnya, diketahui beliau mengembuskan napas terakhirnya saat masih menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Filipina.

Semoga Sinyo Harry Sarundajang ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Dan dari ulasan mengenai Biodata Sinyo Harry Sarundajang ini kita bisa mengambil semangat beliau untuk membangun Indonesia menjadi lebih jaya.

 

Kabar Berita Menarik Lainnya :