B117 Virus – Mutasi Baru yang 2 Kali Lipat Lebih Menular dari Corona

Posted on

B117 Adalah

Inibiodata.com – B117 Virus adalah jenis baru dari virus Corona yang bermutasi dengan karakteristik replikasi dan penularan dua kali lebih cepat.

Beradasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan semenjak awal pandemi, diketahui jika Corona mempunyai jenis protein tertentu.

Varian B117 ini menunjukkan karakteristik menghilangnya gen 69 dan 70 dan berhasil membuat virus baru dengan kemampuan replikasi dan juga penularan dua kali lebih cepat.

Mutasi dari virus ini pertama kali ditemukan pada bulan September 2020 silam di Inggris yang terjadi karena virus ini memiliki kemampuan untuk bekembang biak dalam tubuh manusia yang dijadikan sebagai inang untuk melakukan replikalisasi diri.

Pada saat inangnya, di sini adalah manusia, berubah makan virus pun akan beradaptasi agar bisa masuk untuk menginfeksi inang dan juga memperbanyak diri.

Meski tingkat keganasan dari virus ini belum diketahui namun varian virus baru ini sudah bisa dikenali.

Alat tes seperti antigen dapat digunakan untuk mengenali virus varian baru ini namun yang paling efektif adalah PCR.

 

Penelitian Virus B117 Harus Dilakukan Segera

Menristek didesak untuk segera melakukan penelitian terhadap perkembangan penyebaran virus baru ini ke seluruh wilayah Indonesia. Cara ini dilakukan untuk mengantisipasi dan juga menyangkal penyebarannya.

Meskipun tingkat bahaya dari virus baru ini masih databel akan tetapi secara umum jenis virus ini dipercaya sangat potensial dan dapat menyebar lebih cepat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan virus Corona.

Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia diminta untuk tidak boleh menganggap virus ini remeh dan tidak berbahaya. Sebab virus asal Inggris ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat.

Sehingga virus ini harus segera diantisipasi agar tidak menyebar di tanah air dengan mudah. Jangan sampai kasus virus corona terulang lagi, karena Pemerintah kita terbilang lebih lambat dalam melakukan penanganan pada virus Corona sehingga banyak korban berjatuhan dan Pemerintah tak mampu mengendalikan penyebarannya.

Pemerintah harus benar benar serius dalam menyikapi perkembangan dari varian baru virus Corona ini. Jika perlu Pemerintah pun harus memberdayakan semua lembaga riset yang ada untuk melakukan penelitian segera.

Sehingga kita bisa menemukan cara untuk mencegah virus B117 ini di Indonesia, jangan menunggu virus ini tersebar terlebih dahulu baru kita mencari cara pencegahannya. Apalagi jika sudah banyak berjatuhan korban.

Untuk sementara masyarakat Indonesia harus mulai menjaga diri dan secara mandiri melakukan pencegahan. Jangan sampai menunggu Pemerintah turun tangan ketika korban sudah mulai berjatuhan.

 

Cara paling mudah namun efektif untuk mencegah perkembangbiakan virus ini adalah dengan menjaga kebersihan.

Kita bisa menerapkan 5 M, yakni :

1.) Memakai masker.

2.) Mencuci tangan.

3.) Menjaga jarak.

4.) Menjauhi kerumunan

5.) Mengurangi keluar rumah.

 

Meski terlihat sederhana namun lima langkah di atas dianggap cukup efektif loh, untuk menguangi penyebaran virus ini.

 

 

Negara Asia yang Terdeteksi Virus Corona Baru B117

Virus ini masih belum ditemukan di Indonesia namun bukan berarti virus ini tidak akan sampai di negara ini. Jika kita masih tidak bisa menjaga diri dan tidak peduli dengan prosedur kesehatan yang harus diterapkan.

Padahal virus ini sudah mulai menjangkiti beberapa negara di Asia, dan berikut ini adalah beberapa negara yang tercatat memiliki kasus penyebaran virus B117 :

1.) Singapura

Negara tertangga kita ini mendapatkan kasus pertama virus varian baru ini pada 23 Desember 2020. Kasus pertamanya tercatat pada seorang pasien yang identitasnya masih rahasia. Pasien ini pun segera melakukan karantina selama 14 hari lamanya seusai dengan protokol kesehatan yang ada.

Hingga tanggal 29 Januari 2021 kemarin, Singapura sudah mengumpulkan data bahwa ada 25 kasus virus corona varian baru ini. Dalam lapoannya ini, dari 20 kasus yang ada 5 di antaranya merupakan kasus yang terdeteksi di kelompok.

 

2.) Malaysia

Malaysia juga melaporkan bahwa kasus mutasi B117 ini pertama kali ditemukan pada 9 Januari 2021. Kasus ini ditemukan pada pasien yang baru saja melakukan perjalanan di Inggris yang merupakan asal dari virus ini.

Sedangkan kasus kedua ditemukan pada 5 Februari 2021 pada seorang pasien yang baru saja datang dari Timur Tengah.

 

3.) Filipina

Filipina diketahui sebagai salah satu negara dengan kasus yang cukup banyak, karena negara ini merilis data penyebaran virus B117 yang terjadi sebanyak 61 kasus hingga 21 Februari ini.

Virus ini banyak terjadi pada warga yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri.

 

4.) Vietnam

Tedapat dua kasus mutasi virus B117 di vietnam yang salah satunya terjadi pada warga negara Jepang yang sebelumnya sudah dinyatakan positif Corona. Informasi ini dirilis pada 28 Januari lalu yang membuat Vietnam menjadi salah satu negara di Asia yang berdampak pada mutasi virus Corona ini.

 

5.) India

India juga turut mengabarkan jika pada 5 Januari 2021 kemarin negara ini mendapatkan 38 kasus mutasi virus. Pada negara ini, kasus mutasi virus terjadi secara komprehensif, ada yang berasal dari sesama pelancong. Dan ada juga yang mendapatkan virus dari kontak bersama dengan keluarga.

 

6.) Thailand

Thailand menyatakan 4 kasus mutasi virus yang terjadi pada 3 Januari 2021, yang terjadi pada pasien yang baru pulang dari Inggris. Setelah penemuan kasus ini mereka langsung melakukan isolasi sesuai dengan protokol yang ada.

Dengan adanya kasus ini, Thailand mulai mengambil langkah untuk mengurangi rute perjalanan ke Inggris agar penyebaran virus tidak meluas.

 

 

Lalu apa upaya Pemerintah Indonesia untuk menanggulangi penyebaran B117 virus ini ya? Kita sebagai warga negara Indonesia juga wajib mengikuti protokol kesehatan dan melakukan 5 M untuk mencegah penyebaran virus.

 

Kabar Berita Lainnya :