Artidjo Alkostar Biografi – Meninggal Hari Ini Berikut Sosok Teladannya

Posted on

Artidjo Alkostar Biografi

Inibiodata.com – Artidjo Alkostar merupakan Mantan Hakim Mahkamah Agung (MA) yang hari ini pada Minggu 18 Februari 2021 menutup usia. Informasi ini sendiri dibagikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD.

Melalui akun twitter resminya, beliau mengungkapkan jika Indonesia kembali kehilangan seorang tokoh penegak hukum yang penuh dengan integritas.

 

Profil Artidjo Alkostar

Nama Artidjo Alkostar
Kelahiran 22 Mei 1949, Kecamatan Situbondo
Meninggal 28 Februari 2021
Pasangan Sri Widyaningsih
Pendidikan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

 

 

Biodata Artidjo Alkostar

Artidjo Alkostar merupakan ahli hukum Indonesia dan mantan Hakim Agung sekaligus menjabat sebagai Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI. Semasa hidup pun beliau dianggap sebagai dissenting opinion di dalam dunia hukum.

Kepergian salah satu anggota Dewan Pengawas KPK ini pasti menjadi salah satu kehilangan besar bagi Indonesia. Seperti yang kita tahu, semasa hidupnya beliau dikenal sangat tegas dan ditakui para koruptor di tanah air.

Beliau memulai kariernya sebagai pembela hukum di LBH Yogyakarta, dan sempat berkarier sebagai advokat pada tahun 2000.

Hingga akhirnya beliau pun dianggkat mejadi hakim agung selama 18 tahun dan selama memegang palu hakim. Beliau sudah menangani 19.708 berkas perkara dengan 1.095 perkara setiap tahunnya.

Salah satu hal yang wajib dijadikan sebagai panutan pada beliau adalah, selama menjabat sebagai hakim agung beliau tidak pernah mengambil cuti dan selalu menolak diajak pergi ke luar negeri. Dengan alasan tanggug jawab terhadap pekerjaannya.

 

Untuk mengenang jasanya dalam memberantas korupsi di Indonesia, kami pun sudah merangkum beberapa fakta menarik mengenai beliau. Simak di bawah ini ya.

 

Fakta Menarik Artidjo Alkostar

1.) Ditakuti Koruptor Tanah Air

Semasa hidupnya Artidjo merupakan sosok hakim yang sangat ditakuti oleh para koruptor ketika mereka mengajukan kasasi di MA. Jangan pernah ada koruptor yang berharap mendapatkan keringanan hukuman ketika palu hakim ada di tangannya.

Justru mereka akan memberikan hukuman seberat-beratnya bagi tersangka kasus korupsi di Indonesia.

 

2.) Dikenal Galak

Tak jarang beliau justru menambah hukuman bagi terdaksa kasus korupsi yang mengajukan kasasi. Beliay beralasan bahwa tidak akan pernah memberikan keringanan bagi terdakwa koruptor demi kebenaran dan keadilan sesuai dengan fakta yang objek.

Beliau selalu meluruskan penerapan pasal pasal yang relevan sesuai dengan kasus sehingga sering menambah hukuman bagi para koruptor yang mengajukan kasasi.

Sehi gga tidak heran, semasa hidupnya beliau dikenal sebagai hakim yang sangat tegas dan ditakuti.

 

3.) Berkhidmat pada Mahkamah Agung

Selama menjabat sebagai hakim agung, beliau berkhidmat pada mahkamah agung dan keadilan. Hal ini digambarkan dengan jelas melalui beberapa buku yang sudah dirilisnya.

Salah satunya seperti buku yang berjudul ‘Artidjo Alkostar Titian Keikhlasan, Berkhidmat untuk Keadilan’ yang mana pada buku ini berisikan mengenai pandangan kolega koleganya tentang Artidjo.

 

4.) Tidak Melayani Tamu yang Ingin Membicarakan Perkara

Salah satu keunikan dari beliau adalah selembar kertas dengan tulisan tinta hitam yang menempel di pintu ruangannya yang berada di lantai tiga Gedung MA. Tidak seperti ruangan hakim pada umumnya, ruangan hakim biasanya dianggap sebagai salah satu tempat untuk menemukan keadilan.

Namun bagi Artidjo Alkostar, beliau tidak mau membicarakan kasus yang ditanganinya dengan tamu. Namun bukan berarti beliau tidak mau menerima kehadiran tamu di ruangannya.

Beliau sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin mengunjunginya di ruangannya, namun beliau tidak akan menerima tamu yang membicarakan kasus yang sedang ditanganinya.

 

5.) Menangani Kasus Besar dan Berbahaya

Integritasnya tidak hanya diperlihatkan ketika menjadi seorang hakim agung saja, namun saat menjadi pengacara beliau sudah beberapa kali menangani perkara yang berbahaya.

Saat masih menjadi pengacara bagi LBH Yogyakatya beliau sudah menangani beberapa kasus seperti kasus Komando Jihad, kasus penembakan gali yang merupakan bromocorah berbahaya di Yogyakarta.

Beliau juga pernah menyelesaikan kasus Santa Cruz di Tomor Timur, kasus pembunuhan Bernas Muhammad Syarifudin hingga menjadi ketua tim dari pembela gugatan Kecurangan Pemilu 1997 di Pamekasan Madura.

Tidak heran jika selama hidupnya beliau sering mendapatkan teror terutama ketika sedang menangani kasus yang berbahaya.

 

6.) Kasus Mantan Presiden Soeharto dan Joko Tjandra

Dari semua kasus yang sudah ditanganinya, kasus yang paling terkenal adalah saat beliau menjadi hakim pada perkara mantan Presiden Soeharto. Beliau dengan lantang dan berani mengungkapkan perbedaan pendapatnya dengan majelis hakim yang lain.

Pada kasus yang melibatkan Presiden Soeharto dengan skandal Bank Bali yang melibatkan Joko Sugiarto Tjandra ini beliau memberikan kesimpulan jika terdakwa bersalah dan dihukum 20 tahun.

Sedangkan dua hakim lain justru membebaskannya dari tuduhan dan hukuman.

Putusan dan perbedaan pendapat dalam kasus Joko Tjandra yang diperkenalkan ke publik ini akhirnya disebut dengan dissenting opinion. Dari kasus ini juga banyak yang akhirnya mendukung keputusan beliau.

Beliau sendiri mengungkapkan akhirnya ada yang mau mendukungnya karena selama ini beliau hanya dianggap sebagai pecundang sebab saat masih menjadi pengacara beliau selalu saja kalah.

Hal ini lantaran beliau enggan menyuap hakim untuk memuluskan pekerjaannya kala itu.

 

Artidjo Alkostar adalah salah satu contoh bahwa Indonesia masih memiliki orang-orang baik yang sangat patuh pada keadilan dan norma norma hukum yang benar. Sehingga dengan kepergiannya, pastinya akan menjadi pukulan berat pada bangsa ini. Karena kita harus kehilangan orang sebaik beliau.

 

Kabar Berita Lainnya :