7 Fakta Audrey Siswi SMP Dianiaya Siswi SMA, Jokowi Perintahkan Kapolri Tegas Usut Kasus ini

Posted on

7 Fakta Audrey Siswi SMP Dianiaya Siswi SMA, Jokowi Perintahkan Kapolri Tegas Usut Kasus ini

Beberapa pekan ini dunia maya dihebohkan dengan Hastag atau tagar#JusticeForAudrey . Tagar ini terkait penganiyaan yang dilakukan 12 Siswi SMA terhadap Siswi SMP berinisial AU di kota Pontianak.

perotes keras agar keadilan ditegakkan terhadap para pelaku viral di dunia maya hingga Wali Kota Pontianak turun tangan agar kasus ini mendapat prioritas.

Korban masih duduk dibangku sekolah Menengah Pertama atau SMP dan masih berusia 14 tahun, korban butuh perawatan khusus dan kini masih dirawat di Rumah Sakit usai dikeroyok 12 orang siswi SMA tersebut.

Penganiyayaan itu pun begitu viral di Medsos terutama Twitter dengan tagar “JusticeforAudrey” dan mendapat urutan pertama. Mulanya, rentetan kisah penganiayaan AU ini dicuitkan oleh akun Twitter @syarifahmelinda.

Dalam thread yang ia unggah, akun Twitter ini mendapatkan informasi mengenai penganiayaan AU oleh 12 siswi SMA dari berita dan juga dari tante korban.

akun @syarifahmelinda yang bertuliskan “Maaf aku bukan mau menyebarkan Hoax karena beritanya juga aku unggah sesuai berita dari tante sang korban. Aku tidak takut jika seumpamanya sipelakunya mau kenain aku UU ITE,” .

Penganiyayaan tersebut mengakibatkan kepala AU memar dan diduga dibenturkan ke aspal dan trauma dibagian dada. Tak hanya itu, bahkan salah seorang pelaku ini merusak organ intim korban agar tidak perawan lagi.

Berikut 7 fakta-fakta Unik yang terangkum dikejadian ini:

1. Berawal dari Saling Komentar di Media Sosial

Baca Juga :  Zylvechia - biodata, biografi, profil, fakta menarik lainnya

AU yang merupakan siswi SMPN 17 Pontianak Dianiyaya pada hari jumat tanggal 29-Maret-2019 di jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Dari informasi yang dihimpun Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kalimantan Barat, kejadian ini bermula dari saling komentar di media sosial.

Sebenarnya AU bukanlah target utama para pelaku, target utama pelaku adalah kakak sepupu AU, namun Nasib berkata lain.

Pokok permasalahan adalah karena rebutan seorang cowo. Informasi yang didapat dari kakak sepupu korban yang merupakan mantan pacar pelaku penganiayaan ini,” kata Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu.

“Setelah awalnya cekcok di medsos akhirnya pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar-komentar AU,” lanjutnya.

kedua belas pelaku merupakan kawan dari kakak sepupunya AU, mereka menjadikan AU sebagai umpan untuk memancing kakaknya agar keluar dari rumah dengan cara menjemput korban dari rumah sang nenek yang beralamatkan di Jalan Cendrawasi, Ujar AU selaku korban penganiyayaan

Sebelum Penganiyayaan terjadi, korban dijemput dahulu oleh salah satu pelaku sore harinya. para Pelaku yang merupakan oknum siswi pelajar SMA ini juga meminta korban mempertemukan dengan kakak sepupunya, yang berinisial PO, dengan alasan ada yang ingin dibicarakan.

Korban AU yang sama sekali tidak mengenal para pelaku sangat sayang menyanggupi hal itu, hingga korban AU bertemu dengan kakak sepupunya. Sore itu korban tidak ada pirasat sedikitpun jika dirinya akan menjadi korban penganiyayaan para pelaku.

“Ketika dibawa ke Jalan Sulawesi korban diinterogasi dan dianiaya secara brutal oleh pelaku utama tiga orang dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang,” kata Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu.

Penganiyayan dilakukan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di Jalan Sulawesi,dan di Taman Akcaya. Ada tiga tersangka utama yang dilaporkan korban terkait dengan penganiayaan dirinya. kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Dony, Selasa (9/4/2019). Sedangkan kesembilan orang lainnya, hanya membantu pelaku dalam melancarkan aksinya.

Baca Juga :  Biografi Dwi Hartanto dan Fakta Siapa Dia Sebenarnya! The Next Habibie?

3. Penganiayaan terhadap Korban AU yang berujung merusak keperawanan

Saat tiba di lokasi inilah korban dianiaya. Bahkan menurut informasi yang didapat, kepala korban dibenturkan ke aspal.

“Para pelaku membenturkan kepala korban dengan aspal, lalu menendang perut korban berkali-kali, serta dilakukan pencekikan dan penyiraman dengan air secara bergantian,” tulis akun @syarifahmelinda

“Dan wajah korban ditendang dengan sendal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung korban serta di kepala ada benjolan dan kebanyakan luka dalam,” tambahnya.Tidak puas dengan itu saja para pelaku juga diduga melukai bagian organ intim korban hingga menimbulkan bekas luka dan memar.

4. Setelah hari ketuju dari kejadian korban baru melapor

Setelah mengalami penganiayaan, korban takut melaporkan ke orangtuanya. Bahkan masalah ini baru disampaikan ke orangtuanya setelah 7 hari usai penganiayaa. Akhirnya Korban dan orang tuanya melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Pontianak Selatan, Jumat (5/4/2019)

Sebenarnya sempat dilakukan mediasi pada tanggal 5 April kemarin, namun tidak ada itikad baik dari para pelaku seperti meminta maaf. Bahkan viral dan beredar pula foto-foto para pelaku yang cengengesan selama berada di kantor kepolisian.

Sementara itu, proses penyidikan terhadap ke-12 pelaku ini hingga saat ini masih berjalan. Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengatakan, pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Selatan.

“Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya,” ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019). Lanjut disampaikannya dalam proses pengembangan kasus ini akan memanggil pihak orangtua korban.

5. Wali Kota Turun Tangan

Edi Rusdi Kamtono yang merupakan walikota pontianak akhirnya turun tangan karena geram atas pengeroyokan yang terjadi terhadap AU. Ia datang langsung kerumah sakit untuk mengetahui permasalahan yang menimpa AU.

Baca Juga :  Ningsih Tinampi - Biodata, Biografi, Profil dan Fakta Menarik Lainnya

Menurutnya, aksi penganiyaan yang dilakukan oknum pelajar SMA terhadap AU sangat brutal. “Prilaku yang sangat tidak terpuji ini yang dilakukan para pelajar ini dapat menimbulkan dampak negatip untuk para pelajar, terutama pada korban,” tegasnya.

“Mudah mudah hal seperti ini tidak akan terulang lagi, semuanya masih anak dibawah umur, maka perlu investigasi secepatnya agar dapat diambil langkah dalam memberikan pembinaan,” lanjutnya.

6. Supaya Pelaku Dapat Efek Jera

Wali Kota Pontianak edi Rusdi Kamtono menegaskan pelaku harus diberikan efek jera dan edukasi, agar tidak terulang kembali kejadian semacam ini di Pontianak. (TribunBogor/TribunPontianak)

7. Presiden Jokowidodo Perintah Kapolri Tindak tegas

Presiden RI Bapak Jokowidodo geram dengan prilaku ke 12 anak SMA itu, sehingga beliau memerintahkan Bapak Kapolri bertidak tegas tanpa pandang bulu