Profil Sri Bintang Pamungkas Lengkap: Keluarga, Agama & Kabar Terbaru

Sri Bintang Pamungkas adalah seorang reformis, politikus, tokoh pergerakan, dan juga orator yang hebat. Pasalnya dia pernah menggulingkan Soeharto dari jabatannya pada masa itu. Dan kali ini dia juga berencana melakukan hal yang sama pada masa pemerintahan Joko Widodo. Bagaimana kisah lengkapnya? Ini dia kabar, biodata dan profil Sri Bintang Pamungkas.

Sri Bintang Pamungkas, namanya mulai melambung sejak Desember 2016 lalu. Kepolisian menangkap Bintang, sapaan akrab Sri Bintang Pamungkas, pada tanggal 2 Desember 2016 terkait dengan surat yang ia kirimkan ke MPR-RI.

Erlina, Istri dari Sri Bintang Pamungkas mengungkap tentang isi dari surat yang suaminya buat tersebut. Erlina pun mengungkapkan bahwa Bintang menuntut MPR untuk mengadakan Sidang Istimewa. Dimana Sidang Istimewa tersebut dilaksanakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Negara yang akhir-akhir ini semakin rumit.

Diantara tujuan akhir Sidang Istimewa tersebut adalah, yang pertama, untuk menyatakan berlakunya kembali UUD 1945 Asli di seluruh wilayah Indonesia. Poin nomor dua, menurunkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dari posisinya sekarang. Dan yang terakhir, mengangkat Presiden terbaru.

Selain 3 poin diatas yang terdapat dalam surat yang ia kirimkan, Bintang juga sering mendengung-dengungkan bahwa Cina akan menguasai Indonesia. Dia menganggap bahwa Presiden RI, Jokowi membuka pintu yang lebar untuk China.

Bintang ditangkap dengan tuduhan melanggar UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik juncto Pasal 107 tentang makar juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Jahat.

Untuk sekarang, Sri Bintang Pamungkas harus menetap di rutan Mapolda Metro Jaya. Apalagi pada 31 Desember 2016 lalu, masa penahanannya harus bertambah 30 hari lagi. Hal tersebut di ajukan oleh Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono selaku Kabud Humas.

Perpanjangan penahanan Bintang ini adalah yang kedua kalinya setelah penyidik Direktorat Reserse Kiriminal Umum mengajukan perpanjangan selama 40 hari ke Kejaksaan Tinggi Jakarta pada 23 Desember 2016 lalu.

Perpanjangan ini dilakukan atas dasar pelengkapan berita acara pemeriksaan (BAP) dan juga pemeriksaan saksi lainnya. Diantara saksi yang akan diperiksa adalah Rizieq Shihab selaku ketua Front Pembela Islam (FPI), Munarman selaku Juru Bicara FPI, dan juga Bachtiar Nasir Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Mereka akan diperiksa karena mereka disebut-sebut mengikuti sejumlah pertemuan dari para tersangka makar. Sampai saat ini, Polda Metro Jaya telah memeriksa sebanyak 74 orang saksi atas dugaan kasus makar tersebut.

Disamping banyaknya masalah yang dihadapi Sri bintang Pamungkas saat ini, ternyata ia juga pernah melakukannya pada masa pemerintahan Soeharto. Sebelum membahas hal tersebut, mari kita lihat Profil Sri Bintang Pamungkas berikut ini.

Biodata dan Profil Sri Bintang Pamungkas Terlengkap

Nama Ir. Sri Bintang Pamungkas S.E., M.Si., Ph.D.
Tempat Lahir Tulungagung, Jawa Timur
Tanggal Lahir 25 Juni 1945
Pasangan Erlina
Saudara Kandung Sri Edi Swasono
Anak
  • Sali
  • Paci
  • Bimbim
  • Lea
  • Lisa
  • Rizki
Orang Tua
  • Soekartinah (Ibu-Rumah Tangga)
  • Moenadji Soejohadikousoumo (Ayah-Hakim)
Karya Tulis
  • Getaran Mekanis (1975)
  • Metode Numerik (1989)
  • Manajemen Industri (1990)
  • Teknik Sistem (1992)
  • Pokok-pokok Pikiran Sri-Bintang (1994)
  • Ganti Rezim Ganti Sistim (2014)
Riwayat Pendidikan
  • SMA Negeru 1 Surakarta (1961-1964)
  • Universitas Southern Carolina (1979)
  • Iowa State University (1984)
Riwayat Politik
  • Anggota Dewan Arbitrase Indonesia
  • Dewan ICMI
  • Anggota DPR-RI
  • Partai Persatuan Pengembangan
  • Partai Uni Demokrasi Indonesia

Sepertinya Sri Bintang Pamungkas memang senang mengkritik pemerintahan. Pasalnya ini bukanlah yang pertama kalinya. Dia juga pernah ditahan atas tuduhan makar pada masa pemerintahan Soeharto. Dan kini setelah 18 tahun lamanya, dia harus di tangkap lagi atas tuduhan makar juga.

Bintang ditangkap karena dianggap melanggar Undang-Undang Anti Subversif dengan bersikap subversif karena membentuk Partai Uni Demokrasi Indonesia pada 29 Mei 1996. Partai tersebut ada sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah.

Soeharto tidak terima atas tindakannya tersebut dan alhasil dia harus mendekam di penjara selama 14 bulan pada Mei 1997. Walaupun hukuman awalnya adalah selama 34 bulan, namun karena rezim pemerintahan Soeharto tumbang, dan dilanjutkan masa pemerintahan B.J. Habibie, maka Habibie pun memutuskan untuk membebaskan Sri Bintang Pamungkas.

Demikianlah informasi mengenai Profil Sri Bintang Pamungkas. Sungguh penuh banyak rintangan hidup dari Bintang. Pada usia lanjut seperti dirinya, seharusnya dia menikmati masa tua bersama keluarganya. Penangkapan pertama pada usia 51 tahun. Dan kini pada usianya 71 tahun juga dia harus menetap di penjara.

Kata Kunci Terkait:

Tulis Komentarmu Disini