Biografi Dwi Hartanto dan Fakta Siapa Dia Sebenarnya! The Next Habibie?

Dwi Hartanto akhir akhir ini acapkali menghiasi media massa Indonesia, bukan karena prestasinya namun karena ia meminta maaf atas kebohongan yang ia buat sebelumnya. Hal ini Dwi Hartanto utarakan beberapa waktu yang lalu mengenai ia diminta mengembangkan pesawat jet tempur generasi keenam yang super canggih namun itu hanya kebohongan belaka. Berikut profil, biodata dan biografi Dwi Hartanto selengkapnya.

Selain kebohongan mengenai ia sebagai otak pengembang sebuah jet tempur generasi keenam ada kebohongan lain yang ia akui mulai dari usianya yang ketika diwawancarai berumur 28 tahun namun kenyataannya pria ini berkelahiran pada tahun 1982 atau ia menginjak usia 35 tahun.

Kebohongan lain yang terungkap adalah kebohongan akan Dwi Hartanto memenangi sebuah ajang bergengsi kompetisi antar space agency di Jernam dengan memenangi hadiah sebesar 15.000 euro karena diklaim ia berhasil membuat riset serta teknologi ‘Lethal weapon in the sky’ namun ternyata dalam foto tersebut hanyalah editan Dwi Hartanto semata. Ingin lebih tahu tentang siapa Dwi Hartanto, berikut informasi lengkapnya.

Profil dan Biografi Dwi Hartanto Terlengkap

Biografi Dwi Hartanto dan Fakta Siapa Dia Sebenarnya! The Next Habibie?

Nama Lengkap Dwi Hartanto
Tanggal Lahir 13 Maret 1982
Umur Sekarang 35 Tahun
Kebangsaan Indonesia
Agama Islam
Lulusan
  • S1 Teknik Industri Akprind Yogyakarta
  • S2 Electrical Engineering Technische Universitet (TU) Delf
  • S3 Intelligent System Technische Universitet (TU) Delft
Riwayat Pendidikan, Jabatan & Penghargaan: WikiPedia

Dwi Hartanto merupakan seorang pria yang lahir pada 13 Maret 1982 yang menurut kabar pada bulan Februari digadang gadang bakal menjadi the next Habiebie ternyata menyimpan kebohongan besar yang tentunya membuat warga Indonesia serta teman teman sekampus dari Dwi juga merasa kecewa yang besar karena ia sempat dinasehati teman seangkatannya namun tak diindahkan oleh Dwi Hartanto.

Dwi Hartanto merupakan lulusan Teknologi Akademi Perindustrian (Akprind) Yogyakarta pada tahun 2005 lalu, kemudia Dwi melanjutkan studinya ke S2 di Fakultas Electrical Engineering, Mathematics and Computer Science di Technische Universitet (TU) Delft Belanda hingga lulus pada tahun 2009 serta melanjutkan S3 di bidang Intelligent System Technische Universitet (TU) Delft.

Namun sayangnya Dwi Hartanto mengklaim dirinya mendapatkan beasiswa S2 dari Pemerintahan Belanda di Technische Universitet (TU), namun nyatanya ia dibiayai oleh beasiswa yang dikeluarkan secara resmi oleh Depkominfo, Republik Indonesia. Selain itu atas gelar PhD yang ia klaim juga merupakan kebohongan karena ia adalah kandidat doktoral bukan calon profesor.

Sehingga beberapa waktu yang lalu melalui media situs Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delf Belanda ia mengklarifikasi sekaligus meminta maaf karena kebohongannya. Sehingga salah satu Ilmuwan Indonesia bernama Dede sampai membuat surat terbuka yang mengkiritik pedas Dwi Hartanto atas kelakuannya yang dapat mencoreng wajah para ilmuan baik itu ilmuwan dari Indonesia maupun luar negeri.

Demikianlah ulasan singkat mengenai klarifikasi atas kebohongan yang dilakukan oleh seorang bernama Dwi Hartanto. Semoga hal ini menjadi pelajaran sebab bukan tak mungkin akibat kebohongan ini maka dunia bakal mencoreng nama baik Indonesia di forum Internasional. Serta dengan menyertakan pula biografi Dwi Hartanto, Semoga informasi tersebut dapat memberikan pencerahan serta manfaat untuk anda.

Tulis Komentarmu Disini