Biodata Patrialis Akbar & Profilnya dari Muda: Hakim Mahkamah Konstitusi

Patrialis Akbar seorang hakim Konstitusi yang baru saja diberitakan tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dengan tuduhan penerimaan suap. Banyak orang yang penasaran akan biodata Patrialis Akbar dan profil lengkap mengenai dirinya.

Pada hari Kamis malam KPK baru saja mengamankan hakim Konstitusi ini di pusat perbelanjaan Grand Indonesia. Saat itu Patrialis sedang bersama seorang wanita. Di jumpa pers yang dilakukan oleh wakil KPK Basaria Pandjaitan mengatakan kalau wanita tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kasus suap ini. Jadi Basaria tidak memberitahukannya dengan jelas.

KPK resmi mengumumkan bahwa Patrialis Akbar merupakan tersangka penerimaan suap atas permohonan uji materi Undang Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Keputusan terkait uji materi tersebut rencananya akan dilakukan hari Jum’at 27 Januari 2017 oleh hakim MK.

Melalui seorang pengantara yang berinisial KM, Patrialis menerima uang suap sebesar 20.000 dolar Amerika dan 200.000 dolar Singapore. Uang tersebut diberikan oleh pengusaha import daging yang bernama BHR. Kabarnya pengusaha tersebut mempunyai 20 perusahaan sejenis.

Itulah beberapa rangkuman yang kami dapatkan dari situs pemberitaan seperti detik.com dan kompas.com. Berikut ini informasi terkait dengan profil dan biodata Patrialis Akbar yang perlu kamu ketahui.

Profil Patrialis Akbar dan Lika Likunya Sejak Remaja

Patrialis Akbar sekarang menjabat sebagai hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi yang telah mengucapkan janji dan dilantik secara resmi pada 13 Agustus 2013 yang rencananya jabatan tersebut akan berakhir pada 2018. Dulu dia pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional selama 2 periode (1999 dan 2004). Selain itu dia juga pernah berada di posisi Menteri Hukum dan HAM pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Meskipun lahir dari keluarga veteran dan berkecukupan, Patrialis Akbar tetap diajarkan bagaimana menjadi seorang pekerja keras. Sang ayah, Letda (Purn) H. Ali Akbar meminta Patrialis untuk membantu usahanya yang berada di desa Kampung Jua, Padang. Kedua orang tuanya selalu memberi dukungan terhadap apa yang dilakukan oleh Patrialis selama itu masih bersifat positif.

Pada masa sekolah tingkat atas, Patrialis belajar sekolah agama di pagi hari dan STM di siang hari. Patrialis sendiri memang mempunyai cita cita sebagai penegak hukum. Lulus dari STM dia dibantu oleh kakak perempuannya untuk pergi ke Jakarta dan mendaftar ke Universitas Indonesia. Saat itu dia membawa bekal untuk melamar ke univ tersebut dengan surat keterangan bahwa ia merupakan seorang anak veteran.

Sayangnya sesampai disana, Patrialis di tolak mentah mentah. Pegawai tata usaha UI melempar surat keterangan tersebut kedalam tempat sampah. Disini Patrialis masih tetap percaya diri dan tidak putus asa. Atas rekomendasi sang kakak, akhirnya Patrialis diterima sebagai Mahasiswa Fakulitas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Sepertinya keberuntungan Patrialis bahkan berawal dari kampus ini. Terbukti, dia mendapatkan tawaran oleh dosen pembimbing skripsinya untuk menjadi asisten dosen filsafat hukum & ilmu filsafat di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Disinilah dia mengasah ilmunya.

Biodata Patrialis Akbar Terlengkap

Disini kami tidak dapat memaparkan semua karirnya yang pernah ia tempuh. Setelah selesai dengan urusan kampus, ditahun 1989 Patrialis sudah mulai terjun kedunia hukum yang sebenarnya. Selama 10 tahun dia menjadi Pengacara dan Penasehat Hukum sebelum menjadi anggota DPR, MPR, Menteri dan hakim MK hingga sekarang ini.

Nama Lengkap: Dr. H. Patrialis Akbar, S.H., M.H.
Tempat Lahir: Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Tanggal Lahir: 31 Oktober 1958
Umur: 58 tahun
Agama: Islam
Alma mater: ·         Universitas Muhammadiyah Jakarta (S1 Fakultas Hukum)

·         Universitas Gajah Mada (S2 Program Magister Hukum)

·         Universitas Pajajaran (S3 Doctor Hukum)

Itu saja yang dapat kami sajikan mengenai profil dan biodata Patrialis Akbar selaku hakim Konstitusi yang saat ini terjerat masalah hukum terkait dengan kasus penerimaan suap. Semoga informasi diatas dapat memperjelas apa yang belum kamu tahu. Sumber diambil dari wikipedia.

Kata Kunci Terkait:

Tulis Komentarmu Disini